Jumat, 11 November 2011

Dari Mana Aku Mulai




kubuka lembaran baru pada kertas putih bertinta biru
namun aku tak tahu dari mana aku mulai mengukir
ketika aku bercerita tentang perasaan
aku terbuai dan terjun ke relung hati yang tak ada pangkalnya
ketika aku melamunkan tentang cinta
aku pun tak bias merasakan arti cinta yang sebenarnya sangat dekat
ketika aku menemukan cara untuk berkasih sayang
lagi lagi aku pun tak tega mengunkap kasih sayang yang seutuhnya
ketika aku terbentur oleh sang persahabatan sejati
aku juga tak tega membiarkan ukiranku melukai orang lain
ketika  aku terpesona dengan kesempurnaan abadi
untuk kesekian kalinya aku berusaha menerawang arti sempurna
ketika aku mengejewantahkan pertemuan yang pertama
aku pun terbuai dalam mimpi belaka
ketika aku ingin menjadi sesuatu yang terbaik
aku juga tidak dapat merasakan manisnya kebaikan
ketika aku terbaring memikirkan apa artinya kehidupan
aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini
ketika aku merasakan sesuatu yang sangat bernilai
lagi lagi aku tersayat dengan penilaian itu
ketika aku mampu untuk bangkit
aku pun terbawa arus yang kelam
ketika aku menjadi tau tentang dunia
maka yang harus aku tau bahwa manusia tak ada yang sempurna
dan aku mulai sadar tentang apa yang sebenarnya ada di hatiku
aku berkata bahwa hari ini aku harus bisa
aku berdoadan terus berdoa untuk melewati hari-hariku
yang mungkin tak akan kulewati
hingga aku menutup ukiran tintaku
Tarakan, 11 Nov  2011, 11:00 Pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar