Rabu, 25 Januari 2012

MENJADI GURU PROFESIONAL DAN ISLAMI


Peningkatan mutu pendidikan pada dasarnya terletak pada sebuah proses yang panjang dan membutuhkan perhelatan besar yang mampu menjadi sebuah mutu pendidikan nyata. Itu tentunya tidak terlepas dari para pengajar atau pendidik yang didukung sepenuhnya oleh Negara, namun mencermati berbagai model perkembangan pendidikan pada saat ini maka para pendidik tertantang untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya agar dapat mencetak generasi yang berkualitas.

Adanya profesi guru yang mumpuni dan berpengalaman dalam mendidik dan mengembangkan potensi anak didik diharapkan mampu untuk ikut latah dalam keberagaman model pendidikan yang berkembang. Pada prinsipnya, pemicu dalam pengejewantahan keprofesionalan setidaknya menjadi proses untuk perbaikan kompetensi pendidik yang notabenenya adalah guru baik formal maupun nonformal, sebab perbaikan atau pengislahan dalam dunia pendidikan itu sangat ditekankan  apatah lagi konsep islah merupakan hal yang sangat ditekankan dalam agama yang tidak lepas dari kehidupan ini. Untuk lebih memudahkan tuntutan kompetensi profesionalisme guru atau pendidik setidaknya ada beberapa hal yang menjadi inti dari penulisan ini, yang pertama perlunya pentasbihan visi dan misi sebagai pendidik yang berkualitas dan professional dibidangnya masing-masing dalam upaya mendidik, mengarahkan, melatih, dan menilai anak didik dalam mengembangkan karakter yang telah ada pada masing-masing anak didik, pembangunan karakter ini pun dapat dimasukkan sebagai pembelajaran pada satuan-satuan pendidikan.
Kedua, perancangan strategi pembelajaran yang terbaik dalam proses pembelajaran tentunya tidak kala perlunya, karena disamping strategi yang telah ada sedikit kurang mampuni dalam mengembalikan kepribadian dan kemauan seorang anak didik, juga penyusunan strategi pembelajaran ini menjadikan pola mengajar menjadi terarah sehingga seorang anak yang terdidik, unggul, dan berkualitas mampu melakukan persiapan secara optimal dan menyeluruh.

Ketiga, adanya perangkat pembelajaran yang lengkap. Untuk mencapai sebuah proses belajar yang nyaman tentunya mempunyai konsep peralatan yang tak kurang satu apapun, itu diperlukan agar pembelajaran dapat memberi arti tentang inti dari belajar itu sendiri bukan hanya sekedar belajar.
Keempat, metode pembelajaran pun harus jelas. Dalam hal ini pendidik merancang metode apa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pemikiran persfektif ataupun subyektif anak didik, karena pada dasarnya guru merupakan fasilitator dan motivator yang mendorong anak didik melakukan sesuatu serta memberikan peluang untuk membimbing dan mengarahkan anak didik kepada perbuatan tertentu dan beraktifitas secara kretif dan inovatif.
Kelima, adalah penanaman ilmu tentang agama sangat dibutuhkan karena pada dasarnya membentuk pribadi yang berkualitas, bukan hanya ilmu umum saja melainkan ilmu agama pun perlu ditanamkan sejak dini agar anak didik dapat mengetahui mana yang seharusnya diikuti apabila bertolak belakangnya nafsu dan hati, oleh karena itu dengan adanya ilmu agama juga dapat menghindarkan dirinya untuk melakukan kecurangan
Keenam, perlunya tanggung jawab pada masing-masing pihak yang telah menjalankan amanah, sebab amanah yang sejatinya adalah kembali meneguhkan keyakinan kita kepada Allah tentulah menjadi motivasi untuk setiap tindakan yang kita lakukan karena Allah akan menolong hambanya dalam setiap tindakan apatah lagi apabila itu dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridhoNya, bukankah Allah mengatakan “tolonglah agama Allah maka niscaya Allah akan menolong engkau dan mengukuhkan kedudukanmu” (Q.S Muhammad : 7)
Sebagai ekor dari tulisan ini bahwasanya guru adalah komponen vital dan fundamental dari dunia pendidikan yang merupakan pemegang peranan penting untuk proses pematangan jiwa, pola pikir, pembentukan serta pematangan karakter peserta didik dan juga menjadikan sebagai manusia yang mempunyai sumber daya yang berkarakter disertai dengan pemahaman agama yang dalam, oleh sebab itu peran pendidik atau guru dalam hal ini tidak  dapat tergantikan oleh siapapun dan apapun.



Tarakan, 14 januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar