Kamis, 13 September 2012

Perempuan-Perempuan Desa

 


Bergelut dalam history diri yang sampai saat ini terus dicaci
perempuan desa hidup dalam kerendahan hati yang terpatri
bekerja tanpa pamrih demi merenggut sesuap nasi
tiada yang bisa dimengerti jika hati tetap terperih
melambangkan jati diri tanpa bisa dimengerti

bukankah suatu ketimpangan bila perempuan desa berdalih?
terhadap kesempatan yang jarang terjadi dengan sendiri
memberanikan diri mengadu beberapa kemungkinan nasib
yang menurut hati kecil menguntungkan tapi sedikit
pertaruhan tubuh dan raga yang tak bisa bakti

perempuan perampuan desa tetap berdalih
tetap berseri dalam diri yang tak kunjung mati
walau apa yang menghantui itu tidak terjadi
perempuan perempuan desa hidup atau mati..
perempuan perempuan desa untung atau rugi
perempuan perempuan desa jalan atau berhenti
perempuan perempuan desa jangan sampai disini


Bekasi, 13 September 2012, 12:00 Am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar