Selasa, 13 Mei 2014

"Dunia Pantun"



Pantun Agama 
                                                               
*      Awan pelan tertiup ke Barat
Berhenti tepat di atas Sawah
Awas kiamat sudah dekat
Maka perbanyaklah amal ibadah

*      Ada jeruk ada mangga
Beli satu dapat dua
Patuhilah orang tua
InsyaAlloh masuk Surga

*      Punya bapak seorang lurah
Orangnya baik dan tidak sombong
Lebih baik sholat berjama’ah
Hati tenang jiwa pun senang

*      Kalau melihat komedi lama
Jangan terlalu banyak tertawa
Rasul menyuruh para ummatnya
Agar selalu tingkatkan taqwa

*      Sekwintal bakpaw di karung goni
Dilahap fadhil karena lapar
Jika engkau ingin diampuni
Banyaklah beristigfar


Pantun Nasihat

*      Daun  jatuh tak tau arah
Ternyata jatuh di dekat Taman
Bila ingin lingkungan bersih
Maka jagalah kebersihan

*      Malam hari langit kelam
Ditemani aroma melati
Tegakkanlah rukun islam
Pintu Surga siap menanti

*      Jalan ke Sungai pergi memancing
Pulang memancing ikan pun dapat
Jangan suka mengejek orang
Celaka dapat dosa pun dapat

*      Kalau memakai ilmu sakti
Tandanya syirik pada Illahi
Orang tua harus dipatuhi
Biar tak jadi bala nanti

*      Kulihat dia rambutnya dikuncir
Dikuncir dua dibuka jangan
Kalau tak ingin albinaa banjir
Janganlah buang sampah sembarangan

*      Ke sawah melihat petani
Sambil membajak tanah garapan
Tanamkan bibit masa kini
Berguna kelak di masa depan


Pantun Jenaka

*      Matahari muncul setengah
Merupakan tanda musin semi
Kami dibuat terperangah
Ada penyu sedang berlari

*      Buah rambutan jatuh ke tanah
Mulut-mulut siap menganga
Dengar Pak rt marah-marah
Tarik sajalah kumisnya

*      Jalan-jalan ke kota Padang
Jangan lupa membeli pedang
Kalo kamu emang orang padang
Harus mencoba makanan rendang

*      Bahagiakan orang dengan melawak
Orang yang lagi terlihat murung
Terkejut melihat wajah kakak
Jerawat bercampur dengan tahi burung

*      Banyak bocah mandi di rawa
Mandinya sambil buka baju
Kumohon kamu jangan tertawa
Karena pantun ini tak lucu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar